Gaji masuk tepat waktu, status pekerjaan sudah tetap, dan merasa tidak pernah punya masalah dengan utang. Tapi begitu mengajukan pinjaman pribadi ke bank, jawaban yang datang justru penolakan, sering kali dengan penjelasan yang singkat. Kondisi ini dialami cukup banyak orang, dan biasanya meninggalkan satu pertanyaan yang sama: sebenarnya bagian mana yang salah?
30% pengajuan KPR ditolak karena pinjol
Jawabannya mulai terlihat dari data terbaru. Dalam webinar OJK Institute pada 17 September 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sekitar 30% pengajuan KPR ditolak karena calon debitur memiliki kredit macet pinjaman online (pinjol), sementara tingkat kredit macet pinjol sendiri berada di kisaran 4%. Pejabat OJK menilai angka ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum terbiasa mengelola keuangan pribadi secara terukur. Artinya, penolakan kredit sering berawal dari catatan kecil yang tidak disadari pemiliknya.
Catatan kecil yang tersimpan di SLIK OJK
Catatan itu tersimpan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, yang kini bisa diakses oleh semua bank. Isinya mencakup cicilan kartu kredit, kendaraan, pinjol berizin, hingga paylater. Setiap fasilitas diberi nilai kolektibilitas dari 1 sampai 5. Kol 1 berarti lancar, sedangkan Kol 5 berarti macet dengan tunggakan lebih dari 180 hari. Untuk KTA yang tanpa agunan, bank mengandalkan riwayat ini sebagai pegangan utama, sehingga Kol 3 hingga 5 umumnya membuat pengajuan sulit disetujui. Seorang pimpinan BPR di Singaraja bahkan mengingatkan bahwa tunggakan bernilai kecil pada layanan digital tetap tercatat dalam riwayat kredit yang dilihat bank.
Pelonggaran OJK dan batasnya
OJK sebenarnya sudah mulai melonggarkan aturan ini. Tunggakan di bawah Rp1 juta tidak lagi dihitung dalam pencatatan tertentu, dan lembaga keuangan wajib memperbarui status pelunasan paling lambat tiga hari kerja. Kebijakan ini terutama ditujukan untuk membuka akses KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun tunggakan di atas batas tersebut tetap tercatat, dan keputusan akhir persetujuan tetap berada di tangan masing-masing bank.
Beban cicilan melewati batas
Penyebab berikutnya ada pada beban cicilan. Bank menghitung debt service ratio (DSR), yaitu perbandingan total cicilan bulanan dengan penghasilan, dengan batas yang umumnya berkisar 30% hingga 40% tergantung produk dan kebijakan bank. Sebagai gambaran, seseorang berpenghasilan Rp10 juta per bulan yang sudah punya cicilan motor Rp2 juta lalu mengajukan KTA dengan cicilan Rp2,5 juta akan memiliki total cicilan Rp4,5 juta, atau 45% dari penghasilannya. Meski riwayat kreditnya bersih, pengajuan seperti ini berisiko ditolak atau plafonnya dipangkas.
Dokumen dan verifikasi yang tidak konsisten
Faktor ketiga lebih teknis, yaitu dokumen dan verifikasi. Dokumen yang buram atau tidak lengkap, serta data yang berbeda antarberkas, bisa langsung menggugurkan pengajuan. Contohnya jumlah gaji di slip yang berbeda jauh dengan mutasi rekening, atau alamat domisili yang tidak sama dengan KTP. Nomor telepon yang tidak aktif atau tidak diangkat saat bank melakukan verifikasi juga kerap berujung penolakan. Ada pula syarat usia, di mana pemohon umumnya minimal berusia 21 tahun dan maksimal sekitar 55 tahun saat pinjaman lunas.
Ditolak tidak selalu berarti SLIK bermasalah
Satu hal yang sering terlewat, ditolak tidak selalu berarti SLIK bermasalah. Bank juga menimbang lama bekerja, kestabilan penghasilan, dan jumlah pengajuan kredit yang baru dilakukan di tempat lain. Mengajukan ke banyak bank dalam waktu singkat justru bisa menurunkan skor kredit, sehingga pengajuan berikutnya makin kecil peluangnya. Karena itu, mengetahui kondisi diri sebelum mengajukan jauh lebih menguntungkan. OJK menyediakan pengecekan mandiri secara gratis lewat iDebku di idebku.ojk.go.id, yang idealnya dilakukan beberapa bulan sebelum rencana pengajuan, supaya masih ada waktu untuk menyelesaikan tunggakan yang tercatat.
Pola yang sama berlaku untuk KPR
Pola yang sama ternyata berlaku pada pengajuan yang jauh lebih besar. KPR menilai faktor-faktor serupa, bahkan dengan standar lebih ketat karena nilainya besar dan tenornya panjang, di mana riwayat Kol 1 pada seluruh fasilitas umumnya diminta dalam 6 hingga 12 bulan terakhir. Artinya, penolakan pinjaman pribadi hari ini bisa menjadi gambaran awal untuk rencana membeli rumah di kemudian hari. Easy Home Solution membantu calon pembeli rumah memetakan kesiapan itu lebih dulu, mulai dari menghitung rasio cicilan terhadap penghasilan lewat simulasi, menyiapkan dokumen yang konsisten, hingga memilih skema pembiayaan yang masih sanggup dijalani dalam jangka panjang.
Cek simulasi cicilan dan kesiapan pengajuanmu sebelum mengajukan, supaya hasilnya tidak lagi menjadi kejutan.
Penolakan bisa diperiksa dan diperbaiki
Penolakan dari bank memang terasa personal, padahal hampir selalu merupakan hasil penilaian atas angka dan catatan yang bisa diperiksa dan diperbaiki. Orang yang tahu alasan di balik penolakannya punya waktu untuk menyiapkan diri, sementara yang tidak tahu cenderung mengulang pengajuan yang sama dan mendapat jawaban yang sama.
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Warta Ekonomi, RRI, Cermati.com, Suara.com, Kiakrikil.com, per 2025 hingga September 2026.